Posts

Showing posts with the label Berita

Di Medan, Murai Batu Aceh Paling Laris

Burung murai batu asal Aceh yang sudah resmi menjadi satwa dilindungi ternyata memiliki penggemar tersediri di Medan. Bahkan untuk mendapatkan burung yang memiliki kicauan khas itu, penggemarnya rela merogoh kocek dalam. Murai batu aceh dinilai pecinta burung di Medan memiliki kecantikan yang berbeda dengan burung sejenis dari daerah lain. Ciri khas yang menandakan burung ini dari Aceh bisa dilihat dari ekornya yang sangat menarik. Selain panjang, ekor burung ini memiliki dua warna. Hal itu tidak dimiliki murai batu dari daerah lain. “Ekornya lebih panjang dan berlapis ada dua warna. Kalau murai batu lain hanya satu warna,” kata Iskandar (40), yang menggeluti bisnis jual beli burung sejak 10 tahun lalu,  Menurutnya, kelebihan pada ekor itulah yang membuat murai batu asal Aceh diminati pecinta burung dari pelosok daerah Indonesia. Untuk saat ini, pasaran harga murai batu aceh berkisar Rp 4 juta hingga 5 juta. Sedangkan untuk yang masih muda dihargai Rp 1 juta.  Sejauh pengetahu...

10 Jenis Burung tak Boleh Dibawa ke Luar Aceh

10 Jenis Burung tak Boleh Dibawa ke Luar Aceh Pemerintah Aceh menetapkan 10 jenis burung dalam daftar satwa yang tidak boleh diburu dan tidak boleh dibawa ke luar daerah. Hal itu tertuang dalam Instruksi Gubernur Aceh Nomor 8 tahun 2011, Tentang Moratorium Perburuan dan Peredaran Burung ke Luar Aceh. “Ini bertujuan untuk menjamin kelestarian populasi burung dari kepunahan yang terjadi di wilayah Aceh,” kata Kepala Urusan Pengamanan dan Pengawetan Keanekaragaman Hayati, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, Andi Aswinsyah, kepada Serambi, Selasa (4/6). Ke-10 burung tersebut adalah, cucak rowo (Pycnonotus zeylanicus), beo aceh (Gracula religiosa), kutilang (Pycnonotus aurigaster), Kepodang (Oriolus chinensis), jalak kerbau (Acridotheres javanicus), murai batu (Copsychus malabaricus), kacer (Copsychus saularis), cica daun (Chloropis cochinchinensis), pipit peking (Lonchura punctulata), dan jalak suren (Sturnus contra).  Andi menjelaskan, ke-10 jenis burung itu merupakan je...

SELUDUPKAN MURAI BATU VIETNAM KE MAERIKA SERIKAT

Image
SELUDUPKAN MURAI BATU VIETNAM KE MAERIKA SERIKAT Karena kolektor berani membayar mahal di Amerika Serikat, Sony Dong menyelundupkan 14 murai batu dari Vietnam. Seperti yang di beritakan Associated Press National Geographic, dia menggunakan kain dan kancing untuk membungkus burung-burung murai batu tersebut. Sebelumnya dia juga telah di periksa karena membawa 18 ekor burung di kopernya di bandara LA. Pada bulan februari, dia kembali ke Vietnam untuk mengumpulkan burung-burung penyanyi seperti murai batu dan lainnya. Wah, ternyata, keindahan murai batu juga di gemari di luar negeri hingga Amerika Serikat yah?  Referensi : http://news.nationalgeographic.com

Pemkab Aceh Selatan akan Larang Penangkapan Murai Batu

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Selatan mewacanakan membuat peraturan daerah (qanun) tentang larangan menangkap burung murai batu, atau dalam bahasa Aceh disebut burung cempala kuneng. Soalnya, akibat belum adanya aturan hukum soal penangkapan jenis burung tersebut, membuat oknum-oknum tertentu leluasa menangkap burung bersuara merdu itu di sejumlah kawasan pegunungan di Aceh Selatan. “Akibat terlalu bebasnya pihak tertentu menangkap burung cempala kuneng, populasinya saat ini semakin berkurang. Kondisi itulah yang ditengarai sebagai penyebab ribuan hektare tanaman pala mati karena tidak ada lagi burung sebagai pemagsa hama ulat penggerek batang pala,” kata Bupati Aceh Selatan, HT Sama Indra SH kepada wartawan di Tapaktuan, Minggu (9/6). Padahal, sambungnya, jika populasi burung itu masih banyak di pegunungan Aceh Selatan, diyakini burung itulah yang akan menjadi pemangsa hama penggerek batang tadi, sehingga pohon pala di daerah tersebut lestari. “Pembuatan qanun itu nanti bertujuan...